Peran dan Sikap Positif Terhadap Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka – Perkembangan negara Indonesia tidak terlepas dari peran Pancasila sebagai ideologi negara. Kelima sila yang terkandung didalamnya menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan negara. Meski merupakan dasar negara yang harus dijunjung tinggi. Namun, pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki peran yang sangat nyata saat ini. Walaupun dicetuskan oleh bapak bangsa pada era kemerdekaan. Akan tetapi, nilai luhurnya bisa beradaptasi dengan kehidupan modern.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi bersifat terbuka, tidak kaku, dan luwes. Dan yang lebih penting adalah bisa dijadikan acuan untuk generasi sekarang karena isinya sangat fleksibel. Dengan menerapkan  ideologi terbuka diharapkan fungsi dari dasar negara tersebut bukan sekedar tulisan yang harus dihafalkan. Melainkan juga pedoman untuk menentukan sikap masyarakat yang sesuai dengan cita-cita negara.

pancasila sebagai ideologi terbuka

Banyak yang salah kaprah bahwa pancasila sebagai ideologi terbuka mengekang warganya untuk tunduk pada dasar negara tersebut. Kenyataannya adalah sifat terbukanya cocok diaplikasikan untuk segala perkembangan zaman. Misalnya contoh keterbukaan ideologi pancasila dalam bidang politik yang memberikan hak penuh kepada penduduk untuk memilih dan dipilih berdasarkan sistem demokratis. Adapun peran Pancasila pada kehidupan sekarang adalah.

Peran Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

  1. Terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman

Nilai dasar pancasila sebagai ideologi tetap tidak berubah. Yang menyesuaikan adalah nilai instrument sebagai pendukung serta nilai praktis sebagai aplikasinya. Jadi semua tantangan yang dihadapi oleh generasi saat ini dapat diselesaikan jika menggunakan pedoman yang benar yaitu Pancasila. Mengadopsi karakter negara asing justru kurang sesuai, karena budaya yang dimiliki berbeda.

  1. Memberikan orietasi ke depan

Pengertian pancasila sebagai ideologi terbuka justru bukannya mengharuskan untuk menoleh ke belakang, melainkan memberikan pandangan mengenai segala tantangan yang akan dihadapi kelak. Jadi generasi milenialis bisa menghadapi era globalisasi dan keterbukaan yang saat ini dikuasai oleh negara asing. Dengan berpegang teguh kepada pancasila sebagai ideologi maka akan tercipta keseimbangan antara cita-cita bangsa dan penerapannya dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Mempertahankan jiwa dan kepribadian bangsa

Di tengah arus globalisasi yang terjadi saat ini, pancasila sebagai ideologi terbuka menjadi dasar negara yang mengayomi warganya. Tidak sedikit yang berpindah haluan dengan meninggalkan jati diri bangsa. Tentu saja itu bukan sikap positif terhadap Pancasila yang harus dicontoh. Ideologi yang sudah ada sejak dulu harus dipupuk agar terpelihara dengan baik. Jika generasi saat ini mengaplikasikan nilai praktis yang ada didalamnya, maka kehidupan yang damai dan aman dapat terwujud.

  1. Menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman

Tantangan terbesar yang dihadapi negara adalah lunturnya budaya toleransi. Ini menjadi tanda tidak dipahaminya nilai dasar pancasila sebagai ideologi terbuka. Akibatnya sesama warga negara menjadi tidak akur karena perbedaan prinsip yang terjadi. Pancasila mengajarkan untuk menghormati keberagaman dan menjunjung tinggi asas persatuan.

Jadi perbedaan menjadi hal lumrah yang sudah ada sejak dulu mengingat kondisi geografis Indonesia yang cukup luas. Dengan berpegang teguh pada Pancasila diharapkan warganya dapat menjalin hubungan yang baik karena memiliki cita-cita yang sama.

Baca juga : Pancasila sebagai dasar negara

Di generasi modern saat ini, peran pancasila sebagai ideologi terbuka hanya dijadikan teks semata dan tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lunturnya rasa cinta terhadap bangsa dan negara menjadi penyebab utamanya. Jadi ego yang dimiliki oleh warga menjadi semakin meningkat. Dan jika ada perbedaan, maka perpecahan langsung terjadi. Padahal dengan berpegang teguh pada nilai dasar Pancasila, tantangan yang ada bisa diselesaikan tanpa perlu mengubah pedoman dan cita-cita bangsa yang memang sudah ada sejak dulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *