Artikel Pendidikan Karakter dan Contoh Program Penguatannya

Pendidikan karakter sudah tidak asing kita dengar di telinga. Ya pendidikan karakter munculketika adanya kurikulum baru, yakni dari kurikulum 2006 menjadi kurikulum 2013 yakni berbasis pendidikan karakter. Seiring berkembangnya zaman, maka pemerintah membuat sistem untuk pendidikan, agar generasi bangsa terselamatkan meski seiring berkembangnya zaman. Maka dari itu mengapa untuk menjawab tantangan dunia harus menggunakan pendidikan karakter? Apa itu? Apakah pentinya pendidikan karakter?

Nah dalam artikel ini akan dibahas mengenai pendidikan karakter yang bersumber dari makalah pendidikan karater dan jurnal pendidikan karakter. Lalu apa saja yang akan di bahas? Yang akan dibahas yakni pengertian pendidikan karakter, tujuan pendidikan karakter, pentingnya pendidikan karakter, Pendidikan karakter di sekolah dan Contoh program pendidikan karakter di sekolah

Pengertian Pendidikan Karakter

pendidikan karakter

Pendidikan karakter adalah  suatu tindakan sadar dan terencana untuk mendidik peserta didik membangun karakter pribadinya sehingga dapat menjadi individu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungannya.

Selain itu pendidikan karakter adalah suatu sistem pendidikan yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai karakter tertentu kepada peserta didik yang didalamnya terdapat komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan serta tindakan untuk melakukan nilai-niali tersebut. Berikut adalah nilai-nilai pembentuk karakter tersebut yakni:

  1. Kejujuran
  2. Sikap toleransi
  3. Disiplin
  4. Kerja keras
  5. Kreatif
  6. Kemandirian
  7. Sikap demokratis
  8. Rasa ingin tahu
  9. Semangat kebangsaan
  10. Cinta tanah air
  11. Menghargai prestasi
  12. Sikap bersahabat
  13. Cinta damai
  14. Gemar membaca
  15. Perduli terhadap lingkungan
  16. Perduli sosial
  17. Rasa tanggung jawab
  18. Religius

Tujuan Pendidikan Karakter

Pendidikan karakter pada intinya bertujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompettif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila. Untuk mencapai tujuan tersebut maka di dalam diri peserta didik harus ditanamkan nilai-nilai pembentuk karakter yag bersumber dari Agama, Pancasila dan Budaya.

Seseorang yang berkarakter baik atau unggul adalah seseorang yang berusaha melakukan hal-hal yang baik terhadap Tuhan yang Maha Esa, diri sendiri, sesama lingkungan, bangsa dan negara serta dunia Internasional. Pada umumnya dengan optimalkan potensi atau pengetahuan dirinya dan disertai dengan kesadaran, emosi dan motivasinya atau perasaannya.

Pendidikan yang diterapkan di sekolah-sekolah juga menuntut untuk memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognitif. Pendidikan karakter akan selalu berperan dalam kehidupan sehari-hari tanpa kita sadari, dengan di sekolah menuntut kemampuan kognitif maka di samping itu juga harus disertai dengan pendidikan karakter pada anak didik.

Penguatan Pendidikan karakter penting artinya sebagai penyeimbang kecakapan kognitif. Dengan adanya pendidikan karakter yang diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, seorang siswa akan menjadi cerdas emosinya.

Bekal penting dalam mempersiapkan seorang siswa dalam menyongsong masa depan adalah kecerdasan emosi, karena seseorang akan lebih mudah dan berhasil menghadapi segala macam tantangan kehidupan, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis. Selain itu, pendidikan karakter adalah kunci keberhasilan individu.

Pentingnya Pendidikan Karakter

Menurut Thomas Lickona, setidaknya ada tujuh alasan mengapa pendidikan karakter harus diberikan kepada warga negara sejak dini yaitu:

  1. Cara paling baik untuk memastikan para murid memiliki kepribadian dan karakter yang baik alam hidupnya
  2. Pendidikan ini dapat membantu meningkatkan prestasi akademik anak didik
  3. Sebagian anak tidak bisa membentuk karakter yang kuat untuk dirinya di tempat lain
  4. Dapat membentuk individu yang menghargai dang menghormati orang lain dan dapat hidup di dalam masyarakat yang majemuk
  5. Sebagai upaya mengatasi akar masalah moral-sosial, seperti ketidakjujuran, ketidaksopanan, kekerasan, etos kerja rendah dan lain-lain
  6. Cara terbaik untuk membentuk perilaku individu sebelum masuk ke dunia kerja atau usaha
  7. Sebagai cara untuk mengajarkan nilai-nilai budaya yang merupakan bagian dari kerja suatu peradaban

Pendidikan Karakter di Sekolah

Pentingnya penguatan pendidikan karakter di sekolah. Tujuan dari penguatan pendidikan karakter adalah untuk membentuk pribadi siswa agar menjadi yang lebih baik dan siap untuk bersaing di era global dengan cara yang lebih kontekstual. Lima nilai utama pada siswa sekolah dasar yang akan dikuatkan oleh Penguatan pendidikan karakter adalah nasionalis, religius, mandiri, gotong royong  dan integritas.

Manfaat Pendidikan Karakter di Sekolah

Ada beberapa dampak positif dari penguatan pendidikan karakter bagi siswa sekolah adalah yakni:

  1. Pemikiran yang fleksibel

Dengan perubahan cara pembelajaran bagi siswa sekolah, siswa akan diajarkan untuk memiliki cara berpikir yang berbeda. Contohnya daripada mengajukan pertanyaan yang bermulai dengan apa,siapa, bagaimana, dimana, mereka dapat mulai bertanya  dengan cara yang menggambarkan pemikiran kritis.

  1. Mempunyai hubungan baik

Pendidikan karakter mencakup dan mengajari nilai dasar etika, siswa sekolah dapat mengimplementasikan ajaran-ajaran tersebut dalam kehidupan sehari-harinya

  1. Mampu menunjukkan sisi emosional, sosial dan empati

Nilai gotong royong yang akan dipelajari oleh siswa sekolah biasanya di terima dengan sia-sia namun dengan terapan program penguatan pendidikan karakter siswa dapat mempelajari kembali pentingnya membantu satu sama lain

Contoh Program Pendidikan Karakter di Sekolah

Dalam mengenalkan nilai-nilai nasionalisme, guru bisa membawa siswa ke museum. Di museum, guru bisa memperkenalkan sejarah, benda-benda pusaka, atau budaya secara langsung, tidak hanya melalui foto yang biasanya terjadi di dalam kelas. Penerapan Penguatan Pendidikan Karakter di sekolah memberikan ruang kepada guru untuk berkreasi.

Kreativitas guru dalammembuat berbagai penguatan pendidikan karakter juga tidak terbatas pada mata pelajaran yang diampunya. Guru bahasa Indonesia misalnya, bisa saja mengajarkan siswa bagaimana cara bercocok tanam yang baik, karena ia hobi dan ahli bercocok tanam. Dalam hal ini, guru sekolah memiliki kelebihan ruang berkreasi, karenapola belajar mengajar di sekolah berdasarkan kurikulum 203 adalah tematik.

Contoh sederhana lainnya, guru juga bisa memanggil tukang pedagang cilok yang berada di depan sekolah untuk menjadi narasumber atau sumber belajar di kelas. Siswa bisa belajar kemandirian dan kewirausahaan dari pedagang cilok yang akan berbagi pengalaman mengenai persiapan berdagang, penjualan, hingga menghitung hasil, dan bagaimana dia bisa bertahan hidup dari berjualan cilok.

Bagi sekolah yang berada di daerah, guru bisa membawa siswa ke lingkungan alam seperti hutan. Di sana siswa bisa ditugaskan untuk mempelajari jenis-jenis hewan dan tumbuhan yang terdapat di hutan. Pranata mengingatkan agar guru tidak terpaku pada pembagian antara intrakulikuler, kokurikuler dan ekstrakulikuler.

Baca juga : Contoh Artikel Pendidikan

Sekolah dan guru bisa lebih bebas berkreasi menciptakan kegiatan dalam proses belajar mengajar. Kegiatan-kegiatan yang diciptakan guru dalam melaksanakan penguatan pendidikan karakter menjadi salah satu tugas guru yang bisa dikonversi ke dalam jam tatap muka untuk memenuhi beban kerja guru. Nah itulah paparan mengenai artikel pendidikan karakter, semoga bermanfaat untuk pembaca. Terimakasih kepada pembaca yang sudah membaca dari awal hingga akhir.