Riba Adalah? Pengertian Apa Itu Riba, Macam dan Hukumnya

Pengertian Riba – Secara etimologi, berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia riba adalah bunga uang. Sedangkan, secara lebih menyeluruh, pengertian riba jika bertolak dari prinsip hukum Islam bermakna adanya penetapan bunga atau suatu kondisi di mana pihak pemberi utang melebihkan besaran jumlah pinjaman yang harus dikembalikan oleh pihak peminjam berdasarkan presentase tertentu. Sebab dianggap merugikan dan berpotensi dapat menyengsarakan pihak peminjam, riba dalam Islam dianggap sebagai sesuatu yang haram dan wajib dihindari.

Macam Macam Riba

riba adalah

Dengan mengetahui apa itu riba, definisi riba dan bagaimanakah jenis serta macamnya, diharapkan umat Islam dapat lebih berhati-hati dalam tiap aktivitas keuangan yang dilakukan. Sebab, dalam Al Quran terdapat ayat tentang riba yang menyatakan bahwa riba adalah salah satu hal yang diharamkan dan dilaknat oleh Allah. Lalu apa sajakah macam-macam riba yang harus Anda ketahui agar tidak terjebak dalam dosa riba?

  1. Riba Dalam Urusan Jual Beli

Dalam urusan jual beli, dikenal dua jenis riba yang dilarang oleh Islam. Yang pertama adalah Riba Nasi’ah dan yang kedua adalah Riba Fadhli. Riba Nasi’ah terjadi sebab penangguhan pembayaran atau penyerahan barang yang dibeli.

Contoh riba Nasi’ah terjadi ketika Anda membeli barang seperti emas yang nilainya selalu berubah, membawa barang dan melakukan akadnya sekarang namun membayarnya bulan depan dengan harga sesuai akad awal. Hal ini menjadi dosa riba bagi pihak penjual dan pembeli sebab pada masa pembayaran harga emas bisa saja berubah sehingga ada salah satu pihak yang dirugikan.

Riba Fadhli terjadi akibat transaksi barang sejenis dalam takaran yang berbeda, sementara barang ini memiliki potensi riba yang besar. Contoh dalam riba jenis ini adalah dua orang yang bertukar emas dengan berat berbeda dan kadar berbeda sehingga dapat merugikan salah satu pihak.

  1. Riba Dalam Urusan Utang Piutang

Dalam urusan utang piutang di era modern ini, riba adalah hal yang sangat rentan terjadi. Dalam urusan utang piutang, dikenal dua jenis riba yang mesti diwaspadai, yaitu Riba Jahiliyah dan Riba Qardhin.

Riba Jahiliyah adalah contoh riba yang sering terjadi di kehidupan sehari-hari. Pengertian riba jahiliyah adalah terjadinya penambahan nilai yang harus dibayarkan (bunga) dari utang yang dilakukan peminjam. Tambahan bunga ini bisa menjadi semakin besar dari hari ke hari apabila peminjam tidak mampu melunasi utang secara tepat waktu. Praktek paling umum dari riba jenis ini adalah rentenir atau lintah darat. Bahaya riba jahiliyah sangat nyata sehingga harus dijauhi.

Riba Qardhin adalah jenis riba yang terjadi sebab adanya tambahan bunga yang disyaratkan oleh pihak peminjam pada saat pengembalian. Untuk memahami apa itu riba qardhin, secara mudah ilustrasinya adalah bertambahnya nilai pinjaman dari 10.000 menjadi 15.000 pada saat pengembalian, meski tidak terjadi bunga berbunga seperti pada riba jahiliyah. Meski demikian, dosa riba qardhin tetap besar seperti riba jenis lainnya.

Setelah mengetahui arti riba, pengertian riba, apa itu riba, bahaya riba, definisi riba, hingga mengenai ayat yang mengatur persoalan riba juga macam dan contohnya, terlihat jelas bahwa bagaimana Islam mengatur hukum tentang riba ternyata benar-benar ditujukan untuk kemaslahatan umat. Sebab, riba adalah ancaman bagi seluruh umat dan menjauhkan berkah Allah SWT sehingga menyebabkan hidup terasa tidak tenteram.

Baca juga : Norma Agama

Riba adalah hal yang sejatinya merugikan umat. Riba dalam Islam benar-benar dilarang sebab akan menghancurkan banyak aspek kehidupan baik moriil maupun materiil. Hukum riba adalah haram, sebagaimana dijelaskan dalam ayat tentang riba yang termaktub di Al Quran, yaitu pada QS Al Baqarah 275-279, QS An Nissa ayat 161, QS Ar Ruum ayat 39 dan QS Ali Imran ayat 130.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *