Penjelasan Teknik Sampling dan Purposive Sampling dalam Penelitian

Teknik Sampling dan Purposive Sampling – Penelitian adalah sebuah langkah dalam mencari atau membuktikan suatu hal secara sistematis. Karena bersifat sistematis, maka sudah pasti ada sistem yang mengatur serta langkah kerja yang harus dilakukan. Dalam langkah penelitian, ada yang disebut sebagai teknik pengambilan sampel atau sampling. Sampel dalam penelitian bisa didefinisikan sebagai contoh atau bagian dari sebuah populasi yang berfungsi untuk mewakili keseluruhan dari populasi tersebut.

Sampel ini diperlukan dalam penelitian sebagai contoh atau perwakilan dari satu kesatuan objek yang akan diteliti. Karena fungsinya yang begitu penting dalam penelitian, maka teknik mengambil sampel juga harus diperhatikan oleh peneliti. Ada beberapa teknik sampling yang bisa Anda jadikan metode untuk mengambil sampel dalam satu populasi yang akan diteliti.

Apa Itu Sampling dan Purposive Sampling?

Sebelum membahas lebih jauh tentang teknik sampling, akan lebih baik jika Anda mengetahui terlebih dahulu apa itu teknik pengambilan sampel atau sampling. Teknik pengambilan sampel adalah sebuah metode atau cara yang digunakan untuk menentukan jumlah dari sampel atau contoh yang akan digunakan sebagai bahan penelitian. Dalam pengambilan sampel dipilih satu dari anggota populasi yang bisa mewakili populasi tersebut yang mana bisa dilihat dari persamaan karakter yang dimiliki.

teknik sampling

Dalam pengambilan sampel harus disesuaikan dengan tujuan penelitian tersebut. Ada banyak jenis teknik dalam pengambilan sampel yang bisa digunakan para peneliti. Salah satu teknik atau metode itu adalah purposive sampling. Purposive sampling adalah sebuah metode dalam pengambilan sampel yang mana pengambilannya dilakukan secara sengaja oleh peneliti dan tidak dilakukan secara acak.

Maksudnya dalam pengambilan sampel ini ada beberapa pertimbangan yang membuat peneliti memilih satu dari anggota populasi untuk dijadikan sebagai sampel. Pemilihan ini juga didasarkan pada persyaratan sampel yang dibutuhkan serta harus mewakili populasi yang diteliti.

Peneliti tentu saja tidak sembarangan dalam memilih metode sampling yang akan digunakan. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi pemilihan purposive sampling ini dalam penelitian. Salah satunya adalah agar kriteria atau syarat sampel yang dibutuhkan bisa benar-benar terpenuhi dan sesuai dengan kriteria dari sampel yang dibutuhkan dalam melakukan penelitian tersebut. Menentukan sampel dalam metode pengambilan sampel satu ini juga dibutuhkan banyak kriteria.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, sampel yang diambil harus berdasarkan karakteristik atau ciri-ciri yang menggambarkan populasi yang diteliti. Selain itu, peneliti juga harus memastikan jika sampel yang digunakan adalah subjek atau sampel yang memiliki karakteristik paling banyak dari karakteristik yang ada pada populasi.

Purposive sampling adalah salah satu metode pengambilan contoh atau sampel yang paling sering digunakan. Selain karena tidak adanya batasan yang akan menghalangi peneliti dalam mengambil sampel seperti pada pengambilan sampel acak, metode ini juga memungkinkan peneliti untuk mendapatkan sampel yang paling sesuai. Banyaknya peneliti yang menggunakan metode ini bisa dilihat dari banyaknya contoh purposive sampling yang diterapkan pada beberapa kasus atau masalah yang diteliti.

Baca juga : Populasi adalah

Penelitian adalah sebuah langkah kerja untuk membuktikan atau menguji kebenaran sebuah kasus melalui metode dan langkah yang sistematis. Pemilihan teknik sampling yang tepat akan turut mempengaruhi hasil penelitian yang didapatkan. Tidak hanya itu saja, dalam pengambilan sampel, langkah-langkah sampling yang tepat yang digunakan oleh peneliti untuk memilih atau mengambil sampel juga akan berpengaruh pada sampel yang didapat. Hal itu tentu saja akan turut mempengaruhi hasil penelitian yang didapatkan oleh peneliti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *